fbpx

Tarif Ojol Naik, Apa Dampaknya?

Peristiwa demo tuntutan kenaikan tarif ojek online atau ojol terjadi beberapa hari lalu. Hal ini dikarenakan adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang mulai diberlakukan pada 3 September lalu.

Mengutip Kompas, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menjabarkan penyesuaian harga BBM terbaru sebagai berikut:

  • Harga Pertalite dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter
  • Harga Solar subsidi dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter
  • Harga Pertamax dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter

Kenaikan harga BBM ini dianggap kurang menguntungkan bagi beberapa orang. Ongkos untuk pergi kerja sehari-hari bisa menyentuh dua kali lipat dari sebelumnya, sedangkan banyak dari mereka yang sudah terbiasa dengan harga BBM sebelum kenaikan.

Tidak dapat dihindari, sekarang orang-orang harus mengatur ulang budget transportasi mereka.

Baca juga Tips Kelola Keuangan Bisnis 

Tarif ojol naik setelah harga BBM naik

Sektor yang terdampak setelah kenaikan harga BBM tentunya adalah sektor transportasi. Beberapa angkutan dikabarkan akan menaikkan tarif angkutannya:

  • Tarif angkot dikabarkan akan mengalami kenaikan sebesar Rp 2.000
  • Sewa truk naik sebesar 25 persen
  • Ongkos kirim belanja naik minimal 10 persen

Selain tarif yang telah disebutkan di atas, ojol juga akan mengalami kenaikan tarif pada 10 September mendatang.

Dilansir dari detikcom, “para driver ojek online dan taksi online menuntut kenaikan tarif yang diatur pemerintah untuk mengkompensasi kenaikan harga BBM.”

Adapun kenaikan tarif ojol berada pada rentang 6 sampai 13 persen dan disesuaikan dengan zona daerah. Berikut ketentuan tarif ojol terbaru:

  • Zona I – mencakup Sumatera, Jawa non Jabodetabek, dan Bali – mengalami kenaikan sebesar 6 sampai 10 persen
  • Zona II – mencakup Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) – mengalami kenaikan sebesar 6 sampai 13 persen
  • Zona III – mencakup Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua – mengalami kenaikan sebesar 5,7 persen

Tarif Ojol Naik, Apa Dampaknya?

Dampak kenaikan tarif ojol

Banyak pihak merasa keberatan dengan kenaikan tarif ojol karena dianggap akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Berikut adalah kemungkinan dampak dari kenaikan tarif ojol:

  1. Inflasi transportasi
    Pada bulan Juni 2022 lalu, angka inflasi transportasi sudah mencapai angka 5,45 persen. Menurut para ekonom, kenaikan tarif ojol bisa menyeret inflasi lebih tinggi lagi hingga mencapai 6 sampai 7 persen di akhir tahun ini.

    Inflasi yang semakin tinggi menyebabkan penurunan pendapatan masyarakat dan juga berdampak bagi para pelaku ekonomi. Keputusan dalam melakukan kegiatan ekonomi (konsumsi, investasi, produksi) juga akan sulit dilakukan, yang dapat berakhir pada penurunan pertumbuhan ekonomi.

  2. Perpindahan transportasi dapat menyebabkan kerugian ekonomi lebih besar
    Tingginya tarif ojol dapat membuat pengguna ojol beralih ke moda transportasi lain seperti kendaraan pribadi atau ke transportasi umum.

    Bertambahnya jumlah kendaraan pribadi dapat menambah kemacetan terutama di kota-kota besar dan menyebabkan kerugian ekonomi lebih besar.

    Belum lagi transportasi umum yang masih belum terintegrasi secara optimal sehingga perpindahan ke transportasi umum akan memakan waktu perjalanan lebih lama.

  3. Penurunan pelaku UMKM
    Baik konsumen maupun pelaku UMKM dapat mengalami kesulitan apabila biaya pesan antar naik.

    Biaya yang lebih mahal dapat menurunkan appetite atau demand konsumen untuk membeli produk tersebut, sedangkan dampaknya bagi pelaku UMKM adalah mereka mengalami penurunan penjualan.

Baca juga 5 Strategi Bisnis Agar Penjualan Meningkat

Mengatasi kenaikan harga tanpa mengurangi pelanggan

Para pelaku UMKM dan pebisnis tentunya menginginkan yang terbaik untuk pelanggan, mulai dari memberikan produk terbaik hingga harga terbaik. Namun langkah apa yang dapat dilakukan kalau biaya harus naik?

Baca juga Ingin Mengurangi Biaya Operasional? Digitalisasi Bisnis Solusinya

Anda dapat mencoba cara berikut untuk atasi kenaikan harga:

  1. Sampaikan dengan tepat: Jujur dan terbuka
    Dengan menjadi transparan, Anda akan menjadi sosok yang lebih dipercaya dan menimbulkan lebih banyak loyalitas.

    Berikan penjelasan mengapa ada perubahan harga pada produk Anda. Katakan apabila Anda tidak dapat melanjutkan tanpa menaikkan harga, namun jangan mengeluh atau menggerutu tentang situasi Anda sendiri.

    Jaga supaya pesan Anda tetap positif. Pelanggan akan lebih menghargai Anda apabila ada komunikasi yang baik.

    Baca juga Alasan TikTok Punya Peluang Besar Untuk Bisnis Anda!

  2. Tingkatkan nilai produk
    Cobalah untuk menambahkan nilai lebih pada penawaran Anda sehingga pelanggan dapat melihat bahwa produk layak untuk dibeli. Tambahkan sesuatu yang tidak terlalu membebani Anda.

    Jika Anda menjual produk, dapatkah Anda menambahkan produk pelengkap – seperti baterai ekstra atau garansi yang lebih lama?

  3. Perkenalkan pilihan produk dengan harga baru
    Untuk menghindari penolakan terhadap kenaikan harga, Anda dapat memperkenalkan paket baru. Kemas penawaran Anda ke dalam berbagai tingkat layanan.

    Berikan paket dasar dengan harga yang sama seperti sebelumnya. Lalu perkenalkan pilihan selanjutnya, yang levelnya lebih tinggi, dengan harga lebih tinggi dan manfaat tambahan.

  4. Naikkan harga secara bertahap
    Sesuaikan harga Anda seiring berjalannya waktu, tidak perlu menaikkan harga secara sekaligus karena mungkin akan mengagetkan pelanggan.

  5. Fokus pada retensi pelanggan
    Fokuskan diri Anda untuk mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Pastikan bahwa pelanggan tetap percaya pada produk Anda dan akan menggunakan produk Anda secara berkelanjutan.

    Berikan hadiah yang dapat memuaskan pelanggan. Pelanggan yang dilayani dengan baik dan terhormat akan membalas dengan kesetiaan mereka – dan lebih terbuka terhadap kenaikan harga.

    Baca juga 7 Tips Membangun Customer Loyalty

Download LINKZ

LINKZ

LINKZ merupakan sebuah aplikasi yang menyediakan akses digital bagi para pengusaha dan pebisnis melalui fitur katalog digital, pelacakan stok barang, pencatatan transaksi, sistem pembayaran digital termasuk kredit pinjaman, dan laporan keuangan secara real-time.

Fitur LINKZ

Sebagai aplikasi yang mendukung digitalisasi bisnis, LINKZ merupakan pilihan terbaik untuk menjalankan bisnis, menyimpan, dan memberikan analisis yang tepat. LINKZ menyediakan fitur yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam mengelola bisnis.

Berikut fitur-fitur pada aplikasi LINKZ:

  1. Katalog Publik (Katalog Digital)
    Suka kerepotan mengirim foto produk Anda yang sangat banyak ke pelanggan? Belum lagi ketika memori di ponsel sudah penuh terisi dengan foto-foto produk.

    Hanya dengan mengirimkan tautan, pelanggan Anda dapat melihat katalog produk Anda secara lengkap beserta dengan harganya.

    Katalog Publik merupakan fitur yang menayangkan katalog produk bisnis Anda kepada publik. Selain kepada publik, Anda juga dapat memberikan harga spesial kepada pelanggan spesial Anda.

  2. Penjualan dan Pembelian
    Tahukah Anda bahwa Anda tidak perlu mengeluarkan biaya lagi untuk membeli kertas maupun buku untuk mencatat transaksi? Anda dapat memanfaatkan fitur ini untuk pencatatan secara paperless.
     
  3. Laporan Keuangan
    Mengetahui detail jumlah transaksi tentunya sangat penting bagi sebuah bisnis. Pada fitur ini Anda dapat melihat laporan transaksi secara lengkap dan faktur yang dapat disaring berdasarkan tanggal.

    Rangkuman laporan keuangan yang disajikan dalam bentuk grafik dan dengan data yang lengkap akan memudahkan Anda untuk menganalisis keuangan bisnis Anda.

  4. Notifikasi Auto-Update 
    Jangan cemas, notifikasi pada aplikasi LINKZ bertujuan untuk mengingatkan Anda apabila ada informasi penting terkait pesanan dan pembayaran.

Baca juga Alasan Mengapa Anda Harus Menggunakan Aplikasi LINKZ untuk Meningkatkan UKM Anda
Baca juga Pinjaman Online Aman Dengan Bunga Rendah Bersama Modalku

LINKZ merupakan solusi yang tepat bagi para pebisnis dan pengusaha yang ingin mengurangi biaya operasional bisnis. Tertarik dengan LINKZ? Dapatkan aplikasinya secara gratis di sini!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *