fbpx

Merdeka dari Keterpurukan Bisnis, Berikut Tips Kelola Keuangan Bisnis

Selamat Hari Merdeka Republik Indonesia yang ke-77!

Merdeka! Tahun ini, 17 Agustus 2022, HUT ke-77 Republik Indonesia mengusung tema ‘Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat’. Tema tersebut dilatar belakangi karena Indonesia telah menghadapi pandemi Covid-19 selama dua tahun.

Merdeka dari Keterpurukan Bisnis

Pandemi Covid-19 memiliki dampak tekanan ekonomi yang signifikan bagi para pemilik usaha.

Mengutip Rais Agil Bahtiar (2021), survei menunjukkan bahwa pandemi Covid-19 menyebabkan sekitar 63% dari UMKM yang terdampak mengalami penurunan omzet lebih dari 30%. Sulit bagi mereka untuk mempertahankan kondisi usahanya. Banyak UMKM yang juga kesulitas melunasi tagihan pinjaman, listrik, gas, dan gaji karyawan.

Di masa pasca pandemi ini, seluruh elemen bangsa berusaha untuk bangkit dan bergerak bersama memulihkan harapan mereka. Termasuk para pemilik usaha yang berusaha merdeka dari keterpurukan bisnisnya.

LINKZ adalah aplikasi all-in-one yang memberikan fleksibilitas untuk menjual, membeli, mengelola stok, dan melihat laporan keuangan bisnis secara instan dan akurat. LINKZ dapat membantu Anda mengelola keuangan bisnis Anda.

Daftar LINKZ

Ketahui fitur-fitur pada aplikasi LINKZ lebih lanjut:

Untuk mengunduh LINKZ, Anda bisa klik di sini.

Merdeka dari Keterpurukan Bisnis, Berikut Tips Kelola Keuangan Bisnis

Tips Kelola Keuangan Bisnis

Setelah melewati masa sulit, tentunya pemilik usaha ingin berusaha untuk merdeka dari keterpurukan dan bangkit kembali mengelola keuangan bisnis mereka.

Berikut adalah beberapa tips kelola keuangan bisnis:

  1. Perhatikan tenggang waktu tagihan
    Catat tanggal jatuh tempo tagihan Anda seperti hutang, bayar pinjaman bisnis, atau kartu kredit. Hal ini ditujukan untuk menghindari keterlambatan membayar tagihan.

    Telat membayar tagihan dapat membuat Anda membayar dengan nominal yang lebih tinggi, dikarenakan adanya biaya keterlambatan atau bunga tambahan.

    Perhatikan kapan pembayaran jatuh tempo dan atur pengingat agar Anda tidak ketinggalan. Usahakan membuat jadwal untuk membayar tagihan secara konsisten, misalnya bayar tagihan di setiap tanggal 5.

  2. Pantau pengeluaran
    Apakah Anda menghitung pengeluaran Anda?
    Berapa banyak pengeluaran Anda per hari, minggu, atau bulan?

    Pastikan Anda tahu berapa banyak pengeluaran Anda untuk menghindari pengeluaran yang berlebihan.

    Banyak pemilik bisnis memiliki banyak rekening dan sangat mudah untuk menggunakan kartu kredit atau kartu debit untuk menutupi pengeluaran kecil.

    Sedikit makan siang di tempat ini, beli mesin kopi baru. Tapi biaya kecil bertambah. Jika Anda tidak mengawasi pengeluaran Anda, Anda bisa mendapatkan tagihan yang cukup besar yang tidak Anda siapkan.

    Lacak pengeluaran Anda dengan mengelola keuangan Anda. Anda dapat menggunakan perangkat lunak sederhana untuk mencatat transaksi akuntansi. Ketika Anda memiliki log pengeluaran Anda, Anda dapat dengan mudah memantau pengeluaran.

    Baca juga 5 Aplikasi Pembukuan untuk Laporan Keuangan Bisnis Anda

  3. Jangan lupakan piutang
    Melacak piutang sangat penting untuk pengelolaan uang yang baik, terutama jika Anda menawarkan kredit kepada pelanggan.

    Anda mungkin menyadari bahwa Anda belum menerima uang dari produk atau layanan yang dijual. Jika Anda ingin mengelola uang dengan lebih baik, Anda harus mengingat piutang dan mengejar pembayaran.

    Buat ringkasan piutang untuk melacak total piutang. Ringkasan piutang menunjukkan pelanggan mana yang berutang uang bisnis Anda, jumlah yang jatuh tempo, pelanggan mana yang melewati tanggal jatuh tempo, dan total piutang Anda.

    Anda dapat mengejar pembayaran dengan mengirimkan faktur dan pemberitahuan terlambat kepada pelanggan.

  4. Pisahkan dana bisnis dan pribadi
    Jika dana bisnis dan pribadi Anda berada dalam satu akun, Anda mungkin cenderung tidak sadar menggunakan dana bisnis untuk pengeluaran pribadi atau sebaliknya.

    Menggabungkan dana pribadi dan bisnis dapat memunculkan kondisi keuangan yang tidak terorganisir, yang dapat mengarah pada pengeluaran yang berlebihan.

    Pentingnya memisahkan dana bisnis dan pribadi adalah untuk melacak pengeluaran Anda dengan tepat dan menghindari pengeluaran berlebihan. Misalnya, laporan bank bisnis berguna untuk melacak profitabilitas, merekonsiliasi pembukuan Anda, dan memantau pengeluaran.

  5. Atur waktu pembelian Anda
    Untuk menghindari arus kas yang rendah, atur waktu pembelian Anda.

    Sebelum melakukan pembelian, sebaiknya bayar dulu tagihan Anda yang belum dibayar. Lalu tunggu sampai Anda memiliki cukup uang untuk menutupi pengeluaran baru.

  6. Buat anggaran
    Anggaran membantu Anda menetapkan pengeluaran dan pendapatan untuk bisnis Anda.

    Buat anggaran yang menjabarkan biaya yang diperlukan untuk menjalankan bisnis Anda. Akan lebih mudah mengatur uang ketika Anda tahu berapa banyak yang bisa Anda belanjakan.

    Anggaran juga memperkirakan jumlah pendapatan yang diterima bisnis Anda. Jika Anda menemukan pendapatan Anda lebih rendah dari yang dianggarkan, temukan cara untuk memotong pengeluaran dan meningkatkan pendapatan.

  7. Kelola inventaris
    Apakah persediaan di gudang Anda terlalu banyak dan menumpuk?
    Atau mungkin Anda terus kehabisan stok yang diminati oleh pelanggan?

    Mengelola inventaris juga merupakan salah satu cara supaya bisnis Anda berkembang.

    Lacak berapa banyak inventaris yang Anda miliki untuk menghindari keadaan memiliki ‘terlalu banyak inventaris’ dan ‘tidak memiliki cukup inventaris’. Sebelum memesan lebih banyak, pastikan bahwa inventaris tersebut diminati oleh pelanggan.

    Baca juga Hilangkan Dead Stock: Solusi Stok yang Susah Terjual yang Perlu Anda Ketahui

  8. Potong biaya dan tingkatkan pendapatan
    Cari cara untuk memangkas biaya dan meningkatkan pendapatan.

    Untuk memangkas biaya, analisis pengeluaran Anda terlebih dahulu. Anda dapat mengurangi dan menghilangkan yang tidak perlu. Anda juga dapat mengurangi pengeluaran dengan mencari vendor baru.

    Anda dapat meningkatkan pendapatan dengan menawarkan diskon, mempromosikan produk melalui pemasaran email atau iklan media sosial, menambahkan produk baru untuk dijual, dan membuat program referensi teman dan loyalitas untuk usaha kecil.

    Baca juga 7 Tips Membangun Customer Loyalty

  9. Miliki cadangan uang tunai
    Simpan cadangan kas untuk membantu Anda mengelola uang saat Anda dalam keadaan darurat. Anda dapat memulai cadangan uang tunai dengan membuka rekening tabungan bisnis. Pastikan untuk secara teratur menyetor ke dalam cadangan kas Anda.

Itu dia beberapa tips untuk membangun kembali kondisi keuangan bisnis Anda. Jangan lupa gunakan LINKZ untuk mengelola keuangan bisnis Anda!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *