• Linkz

Cara Transisi Bisnis Keluarga Bisa Sukses di Tangan Generasi Penerus


source: Unsplash

Di Indonesia, 95% bisnis yang berjalan adalah bisnis keluarga. Baik dari skala kecil, menengah, hingga konglomerasi, landskap bisnis Indonesia diwarnai dengan lika-liku permasalahan dalam bisnis keluarga untuk menjaga keseimbangan kepentingan bisnis dan kepentingan keluarga.

"Generasi pertama membangun, generasi kedua menikmati, generasi ketiga menghancurkan" masih digaungkan sebagai momok transisi usaha keluarga

Seiring dengan waktu, suksesi untuk meneruskan bisnis keluarga pasti terjadi. Baik dari generasi pertama ke generasi kedua, atau generasi kedua ke ketiga, dan selanjutnya. Lantas, apa yang menjadi hambatan hingga intrik yang cukup populer di Indonesia yang berbunyi "Generasi pertama membangun, generasi kedua menikmati, generasi ketiga menghancurkan" masih digaungkan sebagai momok transisi usaha keluarga? Jawabannya adalah: kebingungan antara pemangku jabatan dengan pengambilan keputusan. Ketidaktepatan dalam penanganan permasalahan bisnis keluarga menyebabkan kemunduran perusahaan dan pada gilirannya pembubaran bisnis.



Survey PwC NextGen di 2019 menyoroti fakta bahwa hambatan terbesar Generasi Penerus adalah dikecewakan dengan kurangnya peluang. Meski demikian, Generasi Penerus bisnis keluarga masa ini berada di umur 25-34 tahun, dan data menunjukkan bahwa mereka sudah sangat terlibat di dalam perusahaan keluarga, dan ditemukan hampir setengahnya (48%) sudah menjalankan operasi internal yang penting. Seperempat dari mereka (26%) telah menduduki posisi sebagai direktur eksekutif.


Michael Goenawan, Entrepreneurial and Private Business Leader di PwC Indonesia, menambahkan, “Generasi penerus sangat berkomitmen dan berambisi, tetapi mereka merasa dibatasi dan ragu akan kemampuan mereka untuk memajukan bisnis keluarganya. Tantangan generasi saat ini adalah mencari cara efektif untuk membantu Generasi Penerus melakukan transisi ke posisi pemimpin. Peluang utama termasuk melibatkan Generasi Penerus untuk bekerja bersama dengan anggota keluarga senior dan direksi perusahaan, mengamati, dan mempelajari bagaimana pengambilan keputusan strategis bekerja.” Pentingnya menjaga kelangsungan bisnis keluarga yang telah dibangun dalam kurun waktu sangat panjang akan menguatkan akar kompetensi, jejaring sosial, dan nilai bisnis. Oleh karena itu, dalam menjalankan bisnis keluarga, para generasi penerusnya harus cakap dalam mengatur dan menyeimbangkan antara kepentingan keluarga dan bisnis. Sehingga bisnis keluarga dapat terus berjalan dengan baik.


Referensi & sumber: https://www.pwc.com/id/en/media-centre/press-release/2019/indonesian/bisnis-keluarga-harus-percaya-pada-pemimpin-generasi-penerus-unt.html

11 views0 comments