Search
  • Linkz

Hilangkan Dead Stock: Solusi Untuk Stok yang Susah/ Tidak Terjual Ini Perlu Anda Ketahui!

Makna dead stock (stok yang tidak terjual) mungkin dapat berbeda-beda di setiap lini bisnis. Sebelum membaca lebih lanjut, definisikan dulu apa produk yang tergolong dead stock di bisnis Anda.

Apakah barang tersebut tergolong dead stock apabila tidak terjual 3 bulan? Atau 5 tahun?






Apa itu Dead Stock & Slow Moving Inventory?

Dead stock adalah inventaris atau barang yang tidak lagi dapat dijual atau sering disebut stok mati. Slow moving inventory adalah barang yang dijual dalam jangka waktu yang lama. Lama disini relatif, tergantung dengan jenis produk yang Anda jual. Dengan bisnis yang tidak menggunakan aplikasi manajemen inventaris, produk yang pergerakan penjualannya relatif lama dapat terlupakan dan menjadi tidak berguna – singkatnya, Anda akan merugi.


Jika anda sudah mengidentifikasi barang yang tergolong slow-moving, anda harus tau resiko yang dapat terjadi jika tidak segera menjual barang tersebut. Biaya penyimpanan barang di gudang bisa naik karena barang tidak segera terjual dan bisa juga berdampak pada kesehatan arus kas bisnis anda. Hal ini yang bisa anda lakukan sekarang juga untuk menghilangkan dead stock:


1. Gencarkan promosi untuk barang tersebut

Teknik marketingyang cukup membantu dalam mempercepat penjualan adalah memberikan diskon yang cukup menarik untuk pelanggan. Hal ini bisa dilakukan dengan cara menjual barang dengan harga impas ataupun berikan diskon untuk pembelian dalam jumlah banyak;


2. Bundling deadstock dengan barang yang top-selling

Cara lain untuk mempercepat penjualan barang dead stock adalah dengan melakukan bundling. Paketkan item yang slow-moving dengan fast moving agar Anda bisa segera mendapatkan uang dari hasil penjualan;


3. Retur ke supplier

Opsi ini hanya bisa dilakukan jika sebelumnya sudah disetujui oleh supplier anda. Jika belum, coba negosiasikan ketentuan retur produk yang tidak terjual, atau meminta potongan diskon apabila barang tidak terjual dalam waktu yang ditentukan (unreturnable). Anda juga bisa menegosiasikan ketentuan perpanjangan jangka waktu pembayaran kredit jika barang Anda tidak terjual.


Setelah tau cara menghabiskan dead stock, anda juga harus mempertimbangkan beberapa tips dan trick ini untuk mencegah dead stock selalu terjadi. Pertama, jangan asal beli – baca data untuk tren dan perilaku pasar agar dapat mencegah terjadinya oversupply. Kedua, ingat untuk selalu menegosiasikan klausul retur jika memungkinkan. Anda juga bisa meminta support dana ataupun diskon jika produk tersebut unreturnable. Dan yang ketiga dan terpenting, gunakan aplikasi yang memiliki fitur inventory management. Laporan inventaris dapat memungkinkan anda menghindari oversupply, membuat keputusan re-stock barang lebih cepat dan tepat, dan melihat sisa barang di gudang secara langung tanpa bertanya kepada gudang.


Inventaris anda adalah uang anda. Jika tidak dikelola dengan tepat, maka akan berdampak pada arus kas dan kesehatan keuangan bisnis anda. Linkz menyediakan solusi tepat bagi anda yang belum memiliki manajemen inventaris yang efektif dalam bisnis anda.


Lihat disini bagaimana anda bisa mengelola dan menghindari dead stock terjadi di bisnis anda.

9 views

Manage and grow your business from your mobile device, with control and ease

1280px-Get_it_on_Google_play.svg.png
Our Offices
Singapore

1 Raffles Place, Tower One,

#44-01A One Raffles Place,

Singapore 048616

Indonesia

Gedung Ariobimo Sentral lantai 8,

Jl. H. R. Rasuna Said Blok X-2 Kav. 5,

Kelurahan Kuningan Timur,

Kecamatan Setiabudi,

Jakarta Selatan 12950

© Linkz Asia Holdings Pte Ltd. All Right Reserved | Use of Cookies